Tuesday, July 1, 2014

Senyuman di Sudut Lesung Euphorbia

@Elisa
Foto         : Elisa
Lokasi      : Halaman Rumah
Senyuman di sudut lesung pipi itu memberikan senyuman kepada orang lain. Senyuman itu seperti embun dipag hari. Tidak akan bosan untuk dipandang. Kala dipandang mendamaikan dan menentramkan. Senyuman ikhlaslah yang lebih indah dipandang.

Kecantikan yang Terpancar

@Elisa
Foto         : Elisa
Lokasi      : Halaman Rumah

Kecantikan bukan terletak dari penampilan yang ditonjolkan. Kecantikan itu muncul dari akar yang sehat dan batang yang bekerja secara baik dalam melakukan fungsinya menyebarkan makanan hingga ke daun, sebelum akhirnya menghasilkan bunga yang segar. Kecantikan itu akan terlihat lebih sempurna ketika ada sumber air yang cukup, yang senantiasa membahasi kekeringan. Kecantikan itu tidak dapat diperoleh dengan instan, tetapi melalui proses panjang dan terkadang melelahkan. Hanya orang kuat dan tidak serakah terhadap kanan kiri yang sibuk ini itu. Mereka yang cantik sibuk dengan dirinya sendiri yang masih jelek, dan mengurusi kanan kirinya ketika ada yang meminta pertoloongan.

Nektar Bunga Mawar

Fotografer    : Elisa
Lokasi           : Kaliurang

Jika tak ada kumbang yang mendekati dan mengambil serbuk sariku. Itu tidak mengapa, mungkin itu bentuk bahwa aku harus tampil lebih cantik dan mekar seindah dan secerah mungkin, serta memperbaiki produksi pertumbuhanku. Supaya serbuksari yangku hasilkan menghasilkan nektar, dan kumbang-kumbang akan berdatangan.

Wednesday, May 21, 2014

Fokus Pandangan



Fotografer    : Elisa
Lokasi           : Pantai Kukup

Foto : Elisa
 Jika sekarang tidak cukup menjadi orang yang baik, setidaknya itu hanya pandangan orang saja. Tidak ada yang tahu siapa diri kita sejatinya, yang mengetahui dan mengenali siapa diri kita adalah diri kita sendiri. Jika orang lain memandang kita tidak cukup baik, sejatinya kita tetap sama dengan mereka yang mengatai kita. Sama-sama seperti butiran pasir putih yang teronggok ditepian pantai. Hal yang perlu kita lakukan adalah menghargai, mencintai dan mensyukuri diri kita. Siapa lagi jika bukan kita yang mencintai diri kita sendiri.

Hidup itu seperti fokus kamera, meskipun orang lain memandang kita tidak bernilai, berharga dan apalah itu namanya. Jika bersedia memfokuskan lebih dalam pada diri kita, kita memiliki daya tarik yang sungguh tidak dimiliki oleh orang lain. Seperti hamparan pasir putih ini, meskipun berserakan, jika kita mencoba memfokuskannya, kita akan menyadari ada hal terindah diantara hamparan pasir yang berserakan tersebut.

Thursday, March 6, 2014

Menulis Hal Terindah



Fotografer    : Elisa
Lokasi           : Meja Belajar

Elisa
Hidup itu seperti pena dan tipe recorder. Apa yang kau lakukan di dunia, telah dicatat dalam buku catatan khusus. tertulis dengan jelas, apa saja yang telah dilakukan selama di Dunia, baik maupun buruk. semua terekam dengan sangat baik.
Indah atau tidaknya hidup itu bukan terletak pada lingkungan sekitar kita, tetapi dari diri kita. Sekalipun lingkungan buruk, jika memiliki inisiatif dan pendapat sendiri, maka kertas kosong ini akan tertulis sesuai apa yang diinginkan, tergantung pada penulisnya. Menuliskan kenangan indah untuk orang lain lebih baik daripada menuliskan kesedihan dan kecemasan dihati orang lain. Selama masih mampu menulis kalimat terindah, lakukan. Sebelum tangan tak mampu bergerak menuliskan hal yang terindah, sebelum kognitif lumpuh oleh waktu, semasih hati tetap tumbuh dan mampu merasakan kebahagiaan orang disekitar, tuliskanlah hal terindah.
Saat ingin menuliskan hal terindah, pastikan jangan mencari pembalasan, jangan berharap keindahan. Berikan saja tanpa meminta imbalan apapun. Biarkan Tipe Record yang akan memutar kembali apa yang telah tertuliskan. Biarkan Tipe Recoarder ini mengingatkan keberadaan kita, dan serahkan kepadanya untuk merasakan keberadaan kita sebagai penulis yang sangat peduli atau sebagai penulis yang akirnya menorehkan luka. lakukan itu sebelum semuanya benar-benar pergi.

Tuesday, February 25, 2014

SPORADIS



Foto         : Elisa
Lokasi      : Bukit Bintang Patuk

Bukit Bintang (Foto : Elisa)

Kehidupan itu terlihat sporadis, berserakan seperti lampu nion yang berserakan seperti ini, bahagia, sedih dan sakit itu salah satu tinta yang semakin memberikan keindahan. Meskipun sporadis, cobalah naik dari ketinggian, dan lihatlah ketidakberaturan hidupmu, dia akan tampak indah seperti ini. Kan kau lihat begitu menakjubkannya perjalanan hidupmu, nampak begitu memukau. Masalah di hidupmu yang terpecah-pecah begitu banyak terlihat seperti bebintang di langit. Tetap jalani hidup yang sporadis dengan suka cita, kau akan temukan lebih banyak keindahan di sana. Semakin banyak keikhlasan dan jangan menyerah menghadapi masalah, semakin banyak kerlip di hati yang semakin mengindahkan kehidupan kita ke depan. Semakin tidak mau berdamai, semakin sedikit kerlip bintang, karena lebih banyak didominasi oleh gelap gulita. (Elisa, 26022014; 07.32)

Saturday, February 15, 2014

Love, Life and Grow



Foto         : Irukawa Elisa
Lokasi      : Bantul

Hidup itu seperti embrio. Perlahan tapi pasti, ia akan tumbuh kian membesar. Ketika dirawat ia akan tumbuh subur. Namun ketika tidak dirawat, maka hanya dua kemungkinan, akan tetap tumbuh tetapi tidak maksimal dan kerdil, atau mati. Saat lelah, bosan, dan monoton, mungkin hidup kita belum kita rawat dan dipupuk. Seperti petani, merawat tumbuhan itu gampang-gampang susah, harus ada takarannya, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Letih? Jelas!, buang-buang waktu? Jelas! Tidak sabar? Pasti! Tetapi rasa itu akan terobati dengan hasil panen, rasa lelah itu terbayarkan. Cinta, rasa dan karsa juga seperti hidup dan embrio. Menangis? Tentu!, cemas? Iya!, Gelisah? Tentu saja!, cemburu? Wajib ada!, yang pasti adalah, cinta itu seperti embrio, yang membutuhkan waktu untuk tumbuh. Biarkan tumbuh membesar, dan panenlah rasa tak tentu di kemudian hari #DokterCinta