Thursday, March 6, 2014

Menulis Hal Terindah



Fotografer    : Elisa
Lokasi           : Meja Belajar

Elisa
Hidup itu seperti pena dan tipe recorder. Apa yang kau lakukan di dunia, telah dicatat dalam buku catatan khusus. tertulis dengan jelas, apa saja yang telah dilakukan selama di Dunia, baik maupun buruk. semua terekam dengan sangat baik.
Indah atau tidaknya hidup itu bukan terletak pada lingkungan sekitar kita, tetapi dari diri kita. Sekalipun lingkungan buruk, jika memiliki inisiatif dan pendapat sendiri, maka kertas kosong ini akan tertulis sesuai apa yang diinginkan, tergantung pada penulisnya. Menuliskan kenangan indah untuk orang lain lebih baik daripada menuliskan kesedihan dan kecemasan dihati orang lain. Selama masih mampu menulis kalimat terindah, lakukan. Sebelum tangan tak mampu bergerak menuliskan hal yang terindah, sebelum kognitif lumpuh oleh waktu, semasih hati tetap tumbuh dan mampu merasakan kebahagiaan orang disekitar, tuliskanlah hal terindah.
Saat ingin menuliskan hal terindah, pastikan jangan mencari pembalasan, jangan berharap keindahan. Berikan saja tanpa meminta imbalan apapun. Biarkan Tipe Record yang akan memutar kembali apa yang telah tertuliskan. Biarkan Tipe Recoarder ini mengingatkan keberadaan kita, dan serahkan kepadanya untuk merasakan keberadaan kita sebagai penulis yang sangat peduli atau sebagai penulis yang akirnya menorehkan luka. lakukan itu sebelum semuanya benar-benar pergi.

Tuesday, February 25, 2014

SPORADIS



Foto         : Elisa
Lokasi      : Bukit Bintang Patuk

Bukit Bintang (Foto : Elisa)

Kehidupan itu terlihat sporadis, berserakan seperti lampu nion yang berserakan seperti ini, bahagia, sedih dan sakit itu salah satu tinta yang semakin memberikan keindahan. Meskipun sporadis, cobalah naik dari ketinggian, dan lihatlah ketidakberaturan hidupmu, dia akan tampak indah seperti ini. Kan kau lihat begitu menakjubkannya perjalanan hidupmu, nampak begitu memukau. Masalah di hidupmu yang terpecah-pecah begitu banyak terlihat seperti bebintang di langit. Tetap jalani hidup yang sporadis dengan suka cita, kau akan temukan lebih banyak keindahan di sana. Semakin banyak keikhlasan dan jangan menyerah menghadapi masalah, semakin banyak kerlip di hati yang semakin mengindahkan kehidupan kita ke depan. Semakin tidak mau berdamai, semakin sedikit kerlip bintang, karena lebih banyak didominasi oleh gelap gulita. (Elisa, 26022014; 07.32)

Saturday, February 15, 2014

Love, Life and Grow



Foto         : Irukawa Elisa
Lokasi      : Bantul

Hidup itu seperti embrio. Perlahan tapi pasti, ia akan tumbuh kian membesar. Ketika dirawat ia akan tumbuh subur. Namun ketika tidak dirawat, maka hanya dua kemungkinan, akan tetap tumbuh tetapi tidak maksimal dan kerdil, atau mati. Saat lelah, bosan, dan monoton, mungkin hidup kita belum kita rawat dan dipupuk. Seperti petani, merawat tumbuhan itu gampang-gampang susah, harus ada takarannya, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Letih? Jelas!, buang-buang waktu? Jelas! Tidak sabar? Pasti! Tetapi rasa itu akan terobati dengan hasil panen, rasa lelah itu terbayarkan. Cinta, rasa dan karsa juga seperti hidup dan embrio. Menangis? Tentu!, cemas? Iya!, Gelisah? Tentu saja!, cemburu? Wajib ada!, yang pasti adalah, cinta itu seperti embrio, yang membutuhkan waktu untuk tumbuh. Biarkan tumbuh membesar, dan panenlah rasa tak tentu di kemudian hari #DokterCinta

Tangkai Tak Menyalahkan Angin



Foto         : Irukawa Elisa
Lokasi      : Babarsari, Yogyakarta
Ket           : Abu selepas meletusnya Gunung Kelud, 14022014

Meletusnya gunung kelud malam Jum’at 14 Februari 2014 memberikan dampak tidak baik bagi manusia. Namun jika kita lihat dari sisi positifnya, letusan gunung kelud yang membuat kelumpuhan di beberapa kota besar, ternyata memberikan keuntungan dalam jangka panjang kelak. Misalnya tanah menjadi subur. Musibah atau hikmah itu tergantung dari penyikapan dan cara berfikir manusia, ketika manusia berfikiran itu sebuah hikmah dan keuntungan, maka hasilnya akan sama seperti yang terfikirkan. Bahkan tangkai ini pun tidak menyalahkan angin, tidak menyalahkan rerumputan, dan tidak menyalahkan manusia. tangkai ini hanya mengikuti permainan Penciptanya.